SOSIAL KULTURAL MASA KERAJAAN MALAKA (abad 14-15)

Kehidupan social kultural pada masa kerajaan Malaka diwarnai oleh konsep dan peranan symbol dalam tradisi kerajaan. Simbol ini untuk memberikan hak istimewa kepada raja yang memerintah dan hak untuk rakyat. Simbol itu antara lain (Yusoff Hashim, 1990:64) : Peralaatan Budaya Bahasa Undang-Undang Warna Protokol dan adat istiadat Peralatan budaya merupakan… Read more“SOSIAL KULTURAL MASA KERAJAAN MALAKA (abad 14-15)”

PULAU TUJUH SEBAGAI BAGIAN WILAYAH KERAJAAN RIAU LINGGA

Berdasarkan Perjanjian antara Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah dengan Residen Riau Nieuwenhuyzen Tanggal 1 desember 1857, disebutkan bahwa yang menjadi daerah kekuasaan Sultan dalam daerah Kerajaan Melayu Riau Lingga termasuk dalam daerah takluknya yaitu : Pulau Lingga dan pulau-pulau sekitarnya, pulau-pulau yang terletak disebelah barat pulau Temiang  dan pulau sebelah barat… Read more“PULAU TUJUH SEBAGAI BAGIAN WILAYAH KERAJAAN RIAU LINGGA”

TRADISI MENGHALE BUAYE

Penyelengaraan suatu upacara tradisional dilaksanakan dengan berbagai tahapan yang harus dilalui mulai dari awal sampai dengan selesai serta melibatkan masyarakat pendukungnya. Demikian pula halnya dengan Upacara tradisional Menghale Buaya yang dilakukan oleh masyarakat di daerah Lingga yang menjadi objek utama dalam penelitian ini. Adapun materi yang akan diungkapkan dalam upacara… Read more“TRADISI MENGHALE BUAYE”

MASJID DALAM BINGKAI SEJARAH RIAU-LINGGA

Masjid adalah salah satu elemen penting dalam sejarah sebuah negeri dan pemerintahannya di Alam Melayu. Kedudukan sebuah masjid sebagai symbol kebesaran ilahiah sama pentingnya dengan istana dan kelengkapan sebagai sebuah symbol kebesaran duniawiah. Kiasan bersayap tentang hubungan antara masjid dan istana dalam kebudayaan Melayu diatas menunjukkan betapa pentingnya kehadiran dan… Read more“MASJID DALAM BINGKAI SEJARAH RIAU-LINGGA”